08.06.09
Sawit di Negara jangan paksa Rakyat
Saat ini di Kalsel sedang marak pembangunan perkebunan kelapa sawit di daerah rawa. Tentunya hal ini tidak luput dari dampak negatifnya, baik itu bagi Masyrakat sekitar dan tentunya juga lingkungan. Mulai dari keterancaman petani akan kehilangan lahan produktif mereka sampai dengan bencana yang akan menimpanya.
Bicara soal pembangunan perkebunan kelapa sawit dilahan rawa tentunya memerlukan kajian yang mendalam, supaya nantinya tidak ada penyesalan dimasa depan dan generasi penerus kita tidak dirugikan.
Memang.. perkebunan sawit juga akan meningkatkan pendapatan daerah dan meyerap tenaga kerja (begitu kata pemerintah). Namun… apakah keuntungan yang didapat sebanding dengan kerugian yang harus diterima masyrakat dan lingkungan hidup. Berapa KK yang akan kehilangan lapangan pekerjaan jika lahan pertanian mereka berubah menjadi perkebunan sawit, dan ini yang akan terjadi di Negara dan Tapin juga marabahan kalau perkebunan sawit harus dipaksakan.
Di Negara sudah jelas masyarakatnya menolak adanya perkebunan kelapa sawit diwilayah mereka, namun sepertinya pemerintah setempat seakan- akan memaksakan agar sawit tetap jalan. Sunggu tidak mempedulikan suara rakyatnya. Berdasarkan pengakuan warga setempat, mereka sudah banyak membuat pernyataan penolakan sampai dengan berdemo juga mengusir alat berat yang sedang memaksa bekerja dilahan mereka. Akan tetapi lagi- lagi rakyat kecil/petani yang disalahkan, disudutkan seakan- akan itu adalah kesalahan mereka. Masyrakat dikriminalisasikan karena tindakan yang dianggap anarkis.
Hal tersebut tidak akan terjadi jika investor dan pemerintah tidak memaksakan kehendaknya.
Banyak ketidak adilan yang terjadi dari rencana perkebunan kelapa sawit di Negara (Kab. HSS), mulai tidak imbangnya informasi tentang perkebunan kelapa sawit sampai dengan penyerobotan lahan dan intimidasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan mebayar preman untuk mempengaruhi masyrakat.
Informasi yang tidak seimbang yang saya maksud diantaranya adalah bahwa pemerintah dan perusahaan hanya memberikan informasi yang baiknya saja tanpa menceritakan dampak buruk yang harus diterima masyarakat nantinya. Tapi begitulah kenyataannya dan mungkin sudah menjadi tradisi kalau akan ada investasi yang masuk, masyrakat selalu diberikan mimpi indah tanpa cacat..
Hingga saat ini masyarakat Negara masih memperjuangkan agar perusahaan perkebunan sawit yang akan dibangun diwilayah mereka bisa angkat kaki. Mohon dukungan dan doa dari kawan- kawan pembaca agar masyarakat Negara terbebas dari ancaman perkebunan kelapa sawit dengan nama PT. SAM, yang akan merebut lahan produktif mereka.
05.25.09
Mandiangin
Mandiangin adalah nama sebuah tempat wisata bagi masyarakat Kalsel, namun berbeda sebutannya bagi anak- anak Pencinta Alam. Mandiangin adalah sebuah tempat sakral, dimana sewaktu- waktu mandiangin sebagai wadah berkumpul dan juga sebagai tempat latihan bersama. Masih banyaknya pepohonan dan segarnya udara bebukitan membuat para penikmat alam Mandiangin terbuai oleh keindahannya.
TAHURA Sultan Adam (Mandiangin), terletak di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Banyak cerita dan kenangan yang tersimpan di Mandiangin, baik itu cerita yang bagus dan juga cerita jelek. Kenapa begitu tentu saja karena yang datang ke Mandiangin adalah orang yang dengan berbagai kepentingan dan juga berbagai macam niat. Ada yang datang kesana hanya buat pacaran, ada juga yang mencari ilham, ada juga buat latihan dan pendidikan lingkungan dan masih banyak lagi tentunya.
Mandiangin sudah pouler sejak Tahun delapan puluhan, dan sempat ditutup karena alasan bahwa mandiangin hanya dijadikan tempat maksiat (kabar burung). Tapi kemudian setelah satu tahun lebih ditutupnya mandiangi, akhirnya dibuka kembali. Yang jelas kalau saya pribadi menanggapinya bahwa sebenarnya pentupan tersebut ada indikasi kepentingan kelompok.
Saya sangat kecewa dengan kondisi Mandiangin sekarang, karena saat ini Mandiangin sudah terancam kelestariannya. Banyak penambang batu, dan juga sekarang adanya pertambangan nikel yang tentu saja ini adalah ancaman. Bayangkan saja, kalau batu yang ada disana diambil dan digali terus menerus apa yang akan terjadi.
Sudah banyak contoh, yang terjadi di Awang Bangkal dan sekitarnya. Mungkin bagi kawan- kawan Pencinta Alam yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk tracking dalam kegiatan Latihan Dasar, apakah tidak memprihatinkan. Tempat yang dulunya sejuk dan nyaman, sekarang berubah gersang.
Bicara keterancaman Mandiangin, bukan bicara soal kepentingan para Pencinta Alam saja. Akan tetapi substansinya adalah, bahwa gunung Mandiangin juga merupakan area tangkap air yang cukup besar. Bayangkan saja apa yang terjadi nanti jika, Mandiangin menjadi gundul. Bukan hanya keindahannya yang musnah, akan tetapi juga dampak besarnya yang bisa menimbulkan bencana bagi Masyarakat sekitar. Kalau tidak pepohonan lagi disekitar situ, apa tidak kekeringan, apa tidak longsor/erosi dll.
Sebenarnya masih banyak lagi unek- unek ini yang mau dicurahkan disini, akan tetapi cukup ini dululah..
Pesan : Mari bersama- sama perjuangkan lingkungan hidup untuk anak cucu kita, dan masa depan. Berbuatlah sedikit untuk kelestarian lingkungan, daripada tidak sama sekali.
05.12.09
Aksi Solidaritas di Kalsel Terkait Penangkapan Aktivis WALHI di Manado
Siang ini (12/05/09) sekitar pukul 12.15 wita, sekitar 20 orang aktivis dari berbagai lembaga di Kalsel, seperti Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Selatan, Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Lambung Mangkurat, Mapala Graminea, Mapala Justitia, Kompas Borneo UNLAM, LK3, YCHI, dan beberapa elemen kemahasiswaan lainnya mengadakan aksi solidaritas untuk merespon penangkapan 2 aktivis WALHI di Manado, Berry N Forqan (Direktur EN WALHI), dan Erwin Usman (Kepala Dept Penguatan Regional).
SIARAN PERS EKSEKUTIF DAERAH WALHI KALIMANTAN SELATAN
BANJARBARU, 12 MEI 2009
Bebaskan Aktivis WALHI, Jangan Biarkan WOC-CTI Dikontrol LSM Internasional dan Pebisnis
Hingga siang ini, dua orang aktivis WALHI yang ditangkap paksa Aparat Poltabes Sulawesi Utara, Berry Nahdian Forqan dan Erwin Usman, belum dilepaskan. Mereka ditangkap saat melakukan acara solidaritas menyambut kedatangan nelayan Sulut yang bergabung dengan Aliansi Manado, di pantai Malalayang Manado Sulut (11/05). Acara ini bersamaan dengan pembukaan WOC-CTI Manado, Sulawesi Utara. Aliansi Manado mengecam keras dan mengutuk tindakan aparat Polisi tersebut. Mereka menuntut keduanya dilepaskan. Upaya represi ini sengaja dilakukan agar suara-suara nelayan tradisional tak muncul di forum WOC-CTI.
05.09.09
What Have You Done For the Environment today?
Ada banyak cara yang bisa dilakukan sebagai wujut mencintai lingkungan, diantaranya adalah
- Tidak membuang sampah sembarangan
- Tidak menggunakan Energi (listrik) secara berlebihan
- Tidak memakai air secara berlebihan
- Mengurangi penggunaan bahan- bahan dari plastik
- Masih banyak yang lain
Pertanyaannya adalah, apa yang sudah kamu untuk lingkungan hari ini?
03.26.09
Sungai Martapura Sudah Tidak Sehat
Membaca surat kabar di Kalsel (B.Post), yang isi beritanya adalah tentang tercemarnya sungai martapura. Dan pencemaran tersebut penurut hasil penelitian sudah masuk pada kondisi kritis. padahal masyarakat daerah aliran sungai,dari hulu sungai Martapura hingga hilir menkonsumsi air tersebut. apa jadinya mereka yang tinggal didaerah aliran sungai jika air yang mereka konsumsi ternyata tercemar.
Dengan kenyataan ini apa reaksi kita masyarakat peduli lingkungan, dan seperti apa juga repon pemerintah kita yang sudah mengetahui hal ini. apakah ada tindakan nyata dari kita dan pemerintah agar hal tersebut tidak menyebabkan jatuhnya korban. korban tercemarnya sungai yang merupakan sumber penghidupan masyarakat.
Mari kita lihat apa yang terjadi dihulu sana, ada aktivitas apa sebenarnya dihulu sungai martapura ini. sehingga sungai yang dulunya bersih dan jernih yang merupakan sumber kehidupan dan kebanggaan kita semua orang banjar. tapi kini sadar kita sungai kita tidak lagi bersih, dan tercemar…..
sebaiknya mari kita semua lakukan yang terbaik untuk itu, dan mulailah dari pribadi masing- masing, dengan tidak membuang sampah disungai.,,,
salam
i hope solution
02.16.09
UU Lingkungan Hidup
Bagi kawan- kawan pengunjung blog ini, mungkin saja ada yang belum tau UU Lingkungan Hidup. Yang mana UU tersebut mengatur tata cara pemanfaatan dan perlindungan lingkungan hidup, kalian bisa dowload disini.
Mudah- mudahan bermanfaat dan dijadikan pedoman
08.12.08
Abrasi Pesisir Berkurang
Radar Banjarmasin, Sabtu, 9 Juni 2007
BATULICIN – Desa Segumbang Kecamatan Batulicin, sangat tergantung terhadap kawasan cagar alam pesisir pantai. Maklum saja, sebagian wilayah desa ini berada di pesisir selat laut, sehingga Desa Segumbang melakukan rehabilitasi lahan mangrove dengan menanam bibit bakau seluas 100 hektar. Hasilnya, kawasan hutan bakau yang tumbuh dipesisir pantai hingga sekarang sangat besar manfaatnya bagi warga setempat.
Menurut Kepala Desa Segumbang H Abdul Wahid, keberadaan hutan tersebut menjadi tempat berkembang biaknya biota laut seperti beberapa jenis ikan dan biota laut lainnya yang menjadi sumber penghasilan nelayan.
“Hutan bakau juga berfungsi untuk mengurangi abrasi kawasan pesisir akibat gerusan ombak, sehingga para nelayan bisa memanfaatkan kawasan tersebut sebagai penopang peningkatan ekonomi warga setempat sekitar 450 KK yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan,” papar Wahid, kepada koran ini, kemarin.
Sementara itu, rehabilitasi lahan mangrove yang dilakukan Desa Segumbang, sebut Wahid, dilakukan karena prihatin atas kerusakan kawasan mangrove di wilayah pesisir desa setempat.
Karena alasan itulah, dia bersama dengan warga desa setempat, khususnya yang bermukim tidak jauh dari kawasan pesisir membentuk Kelompok Pemerhati Mangrove.
Melalui kelompok ini, warga setempat telah melakukan rehabilitasi kawasan penyangga wilayah pesisir itu dengan melakukan penanaman bibit tanaman bakau atau mangrove. Kawasan yang ditanami adalah areal hutan mangrove yang rusak, seluas 100 hektar. (kry)
Fokus Perbaikan Sarana Wisata Tanuhi
Selasa, 5 Agustus 2008
Radar Banjarmasin, KANDANGAN – Untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan kenyamanan bagi pengunjung objek wisata. Maka, Pemkab HSS melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tahun ini fokus membenahi objek wisata pemandian air panah Tanuhi.
Targetnya objek wisata yang menjadi salah satu ikon wisata di HSS, akan memiliki fasilitas yang lebih nyaman. Sehingga, para pengunjung akan lebih betah menikmati wisata di kawasan Loksado itu. Dan pada giliranya, semakin objek pengunjung yang datangnya tentunya potensi pemasukan pendapat asli daerah (PAD) akan semakin menjulang. Dan suatu saat nanti, sektor wisata bisa menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk memenuhi pundit-pundi PAD Kabupaten HSS.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang Potensi Fandi mengatakan bahwa tahun ini fokus untuk pembenahan di Tanuhi. Seperti, perbaikan terhadap penyediaan air. “Tandon air di cottage jumlahnya akan ditambah untuk memperlancar suplai air kepada tamu,” terangnya. Selain itu, beberapa kamar mandi juga bakal diperbaiki, terutama bagian lantai.
Lalu di tempat pemandian itu, akan dibangun musala bagi para pengunjung. Pembangunan ini sejalan dengan visi dan misi kabupaten yakni menciptakan kereligusan dalam setiap nadi kehidupan.
Belum cukup, Dinas Pariwisata juga tahun ini membeli alat pembersih (vacuum) kolam. Bila sudah digunakan, tentunya kolam pemandian akan semakin bersih. “Memang biasanya warna airnya hijau apabila turun hujan. Jadi perlu alat pembersih untuk dasar, sehingga kolam itu akan terlihat bersih selalu,” terang Fandi saat ditemui di kantornya, pekan tadi.
Selain fasiltas itu, lapangan tenis di komplek pemandian wisata Tanuhi juga akan dipoles lagi. Yakni dengan meningkatkan kualitas standar lapangan. Selama ini, aku Fandi, lapangan tenis tersebut masih di bawah standar. Tak menutup kemungkinan juga, tahun ini akan dibangun lagi kolam penampung.
Penambahan kolam penampung itu, lantaran animo pengunjung untuk datang kesana semakin besar. Bahkan, setiap minggunya 10 cottage (20 kamar) yang disediakan selalu habis di booking. Bahkan, bila tidak memesan terlebih dahulu, sepekan sebelumnya, para pengunjung tidak dapat bermalam di kompleks wisata itu.
Diakui Fandi, sejak dibangun tahun 2006 lalu, objek wisata itu menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa artis ibukota yang kebetulan shooting di kawasan Loksado biaya bermalam di sana. Kawasan ini semakin ramai dikunjungi, setelah tiga bulan terakhir sudah dipasangi listrik yang bersumber dari PLN. “Bila ke Kandangan Anda harus ke Tanuhi, sayang terlewatkan objek wisata itu,” katanya. (why)
Utama////
Foto lepas>>> TANAM PADI – Bupati HSS bersama unsur Muspida setempat melakukan tanam perdana padi rintak di Desa Paharangan, beberapa waktu lalu.
Januari-April Produktivitas Padi Meningkat
KANDANGAN – Produktivitas padi untuk periode Januari sampai April tadi sangat menggembirakan. Hasilnya mencapai 5,2 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektare. Produktivitas ini meningkat dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2007 lalu, yang hanya 5,0 ton per GKG per hektarenya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Ruhaimi Alman mengatakan karena ketersedian air yang cukup pada luasan tanam tersebut, lalu adanya pemakaian varietas unggul, terhindarnya dari serangan hama dan penyakit maupun organisme pengganggu lainnya. Dan ketersediaan pupuk yang seimbang diterima oleh tanaman. ”Tahun ini serangan hama juga lebih sedikit, beda tahun 2007 hama wereng sempat merajalela,” kata Ruhaimi kepada wartawan Radar Banjarmasin, yang menemuinya pekan tadi.
Tak hanya itu, untuk periode Mei sampai Juli produktivitas yang didapat adalah 4,6 ton GKG per hektarenya. Angka segitu hanya sementara, pasalnya, ada beberapa mantis (pencatat, red) yang belum melakukan entri data terakhir dari perhitungan hasil ubinan pada petak panen. Ruhaimi, kembali yakin bahwa periode Mei sampai Juli akan melebihi produktivitas padi di bulan yang sama pada tahun 2007 tadi, yakni 4,8 ton GKG per hektare.
Selain menggembirakan di sisi produktivitas, Ruhaimi juga mengakui, jumlah petani yang memakai varietas unggul berlabel juga semakin meningkat. Dari tahun dulu yang hanya 34 persen, kini sudah naik menjadi 48 persen. Kenaikan ini, menandakan bahwa tingkat kesadaran petani akan varietas unggul semakin baik.
Selain menyentil itu, pejabat yang dulunya pernah bertugas di Marabahan ini juga membeberkan bahwa di Kabupaten HSS juga dikenal dengan pertanian dengan pola tanam sorong. Kegiatan tanam ini kebanyakan dilakukan pada lahan lebak (rawa, red). Teknisnya, saat musim kemarau, petani akan melakuka penyemaian bibit. Seiring bulan dan tibanya musim penghujan, bibit akan meninggi mengikuti tinggi air permukaan. Sehingga, saat panen tiba, petani harus menggunakan jukung atau mengakut hasil panen.
Untuk varietas yang biasa digunakan adalah jenis siam. Masa pertumbuhan dari padi tahunan (sebutan petani,red) berkisar antara 5 sampai 6 bulan. Luasan areal tanam untuk padi, sebenarnya, ungkap Ruhaimi sangatlah luas. Dan ini tergantung dari lamanya musim kemarau. Semakin panjang kemarau, maka lahan yang ditanami di lebak akan semakin luas. ”Kalau ditaksir dapat mencapai 12 ribu hektare,” katanya yang saat itu didampingi oleh Kabid Produksi, Saleh. Kawasan lebak meliputi, Kecamatan Daha Selatan, Kalumpang dan sebagian Kecamatan Kandangan seperti di Bangkau maupun Sungai Kupang. (why)
Pinggir////
Foto>>>Bupati HSS HM Safi,i
Eksekutif-Legislatif harus Harmonis
KANDANGAN – Bupati HSS HM Safi’i mengatakan sebagai mitra eksekutif, maka diantara dewan dan pemerintah dituntut adanya kerjasama yang baik dan hubungan yang harmomis.
”Kami memahami kerjasama itu bukan berarti bila ada kekurangan atau kelemahan lantas saling menutup mata. Tetapi kita harus jujur dan responsif apabila ada keberhasilan yang telah dicapai. Sehingga mampu memberikan pencerahan inisitif dan kreativitas bagi upaya keberhasilan-keberhasilan masa mendatang,” kata Bupati saat membacakan sambutan tertulis pada rapat paripurna penyampaian kata akhir penetapan raperda pertanggungjawaban pelasaksanaan APBD tahun 2007, beberapa waktu lalu.
Menurut Bupati, keputusan dewan dalam rapat akhir ini merupakan respon positif terhadap hasil kerja dan upaya yang selama ini dilakukan. Dengan kata lain, keputusan dan penilaian dewan terhadap hasil kerja eksekutif yang tertuang dalam berita acara persetujuan bersama atas pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD HSS tahun 2007. ”Persetujuan dan kesepakatan yang menjadi komitmen bersama ini adalah suatu hal yang sangat berharga dalam rangka mewujudkan keberhasilan yang lebih baik lagi di masa mendatang,” kata Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Diakui Bupati, berbagai tanggapan, pendapat dan saran serta kritikan dewan dalam pembahasan LKPj ini dianggap sabagai suatu hal yang berharga dan akan menjadi perhatian eksekutif sesuai kondisi dan proporsinya. Harapan ke depan tentunya, semua itu akan dapat diperbaiki dan disempurnakan serta meningkatkan tugas masa mendatang. Sehingga, upaya bersama mewujudkan visi misi Kabupaten HSS yakni memantapkan gerbang perkotaan menuju kabupaten agropolitan (pembangunan pertanian berbasis agroindustri), serta mewujudkan masyarakarat HSS yang mandiri,unggul dan religius dapat dilakanakan dengan baik.
Selain itu, sebut Bupati, eksekutif juga memahami bahwa salah satu tugas dewan adalah pengawasan. Pengawasan dari legislatif ini mutlak dilakukan, agar segala peraturan, kebijakan dan kegiatan pemerintah dapat terlaksana dengan efektif dan efisien. Berhasil guna dan berdaya guna bagi peningkatan pelayanan masyarakat dan terwujudnya kesejahteraan rakyat.
Secara terpisah menurut Kabag Humas Setda HSS Maksum Nafarin, semua fraksi di dewan HSS menyatakan menerima LKPj tahun 2007 kepala daerah. Dan ada beberapa catatany yang berisi perbaikan untuk masa mendatang juga telah disampaikan masing-masing fraksi, yakni PPP, PBB, PAN, PKS dan Fraksi Gabungan Reformasi. (why)
08.05.08
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA “USUT TUNTAS KEJAHATAN LINGKUNGAN PT. GALUH CEMPAKA”
Mengutif situs WALHI Kalsel
SK Gubernur No.660/198-WASDAL/Bapedalda/2008 terhitung mulai tanggal 3
April 2008 menyatakan PT.Galuh Cempaka telah melakukan pencemaran dan di
tutup untuk sementara, dan berdasarkan hasil penelitian Bapedalda Provinsi
Kalsel yang melatarbelakangi SK gubernur tersebut membuktikan bahwa
PT.Galuh Cempaka telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan AMDAL
yang menyebabkan pencemaran di kawasan pertambangan.
Akibat dari pencemaran itu tingkat keasaman (ph) air sungai melebihi ambang
batas senilai 2,97, sedangkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kalsel
mencantumkan ph normal senilai 6 hingga 9. Selain itu, PT Galuh juga
membuang limbah timbal mencapai 0,84, padahal sesuai Pergub Kalsel hanya
dibolehkan 0,1.
Sampai saat ini kasus kejahatan lingkungan PT.Galuh Cempaka tidak pernah di
usut secara tuntas oleh pihak kepolisian.
Dengan fakta-fakta itu kami menyatakan bahwa :
1. Sistem Pengelohan Air Limbah (SISPAL) yang dilakukan oleh PT. Galuh
Cempaka adalah suatu keharusan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dan
itu memang sudah termasuk dalam dokumen AMDAL yang telah mereka buat
sendiri.
2. Bahwa perbaikan Sistem Pengelohan Air Limbah (SISPAL) yang dilakukan
oleh PT. Galuh Cempaka tidak bisa menghilangkan unsur kejahatan lingkungan
yang telah dilakukan.
3. Kami melihat bahwa apa yang telah dilakukan oleh PT. Galuh Cempaka sudah
memenuhi unsur kejahatan lingkungan seperti yang diamanatkan dalam UU
Lingkungan Hidup No. 23/1997.
4. Kami melihat selama proses dari penutupan hingga ekspose ini tidak ada
upaya serius dari Polda Kalimantan Selatan untuk melakukan langkah-langkah
penyelidikan terhadap kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT. Galuh
Cempaka.
Atas dasar itulah kami menyatakan sikap :
1. Polda Kalimantan Selatan harus mengusut tuntas kejahatan lingkungan yang
dilakukan oleh PT. Galuh Cempaka – tangkap dan adili para pihak yang
bertanggung jawab baik langsung atau tidak langsung atas pencemaran yang
terjadi di sekitar lokasi pertambangan PT. Galuh Cempaka.
2. Menolak Ekspose Perbaikan Pengelolaan Lingkungan PT. Galuh Cempaka pada
tanggal 5 Agustus 2008.
3. Kami menyatakan Walk Out dari pertemuan ini sebagai ketegasan sikap
kami dan bukan bagian dari pertemuan ini.
Banjarbaru, Minggu, 3 Agustus 2008
Kami yang menyatakan:
1. Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Selatan
2. Komunitas Sumpit
3. Mapala Graminea
4. Yayasan Cakrawala Hijau Indonesia
5. LK3
6. Kompas Borneo UNLAM
7. Yayasan Kompas Borneo
8. Mapala Oryza Sativa
9. Mapala Justitia
10. LAMAS Kotabaru
11. Sanksi Borneo