Mandiangin

Posted: Mei 25, 2009 by gantungtas in Sharing

Mandiangin adalah nama sebuah tempat wisata bagi masyarakat Kalsel, namun berbeda sebutannya bagi anak- anak Pencinta Alam. Mandiangin adalah sebuah tempat sakral, dimana sewaktu- waktu mandiangin sebagai wadah berkumpul dan juga sebagai tempat latihan bersama. Masih banyaknya pepohonan dan segarnya udara bebukitan membuat para penikmat alam Mandiangin terbuai oleh keindahannya.

TAHURA Sultan Adam (Mandiangin), terletak di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Banyak cerita dan kenangan yang tersimpan di Mandiangin, baik itu cerita yang bagus dan juga cerita jelek. Kenapa begitu tentu saja karena yang datang ke Mandiangin adalah orang yang dengan berbagai kepentingan dan juga berbagai macam niat. Ada yang datang kesana hanya buat pacaran, ada juga yang mencari ilham, ada juga buat latihan dan pendidikan lingkungan dan masih banyak lagi tentunya.

Mandiangin sudah pouler sejak Tahun delapan puluhan, dan sempat ditutup karena alasan bahwa mandiangin hanya dijadikan tempat maksiat (kabar burung). Tapi kemudian setelah satu tahun lebih ditutupnya mandiangi, akhirnya dibuka kembali. Yang jelas kalau saya pribadi menanggapinya bahwa sebenarnya pentupan tersebut ada indikasi kepentingan kelompok.

Saya sangat kecewa dengan kondisi Mandiangin sekarang, karena saat ini Mandiangin sudah terancam kelestariannya. Banyak penambang batu, dan juga sekarang adanya pertambangan nikel yang tentu saja ini adalah ancaman. Bayangkan saja, kalau batu yang ada disana diambil dan digali terus menerus apa yang akan terjadi.

Sudah banyak contoh, yang terjadi di Awang Bangkal dan sekitarnya. Mungkin bagi kawan- kawan Pencinta Alam yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk tracking dalam kegiatan Latihan Dasar, apakah tidak memprihatinkan. Tempat yang dulunya sejuk dan nyaman, sekarang berubah gersang.

Bicara keterancaman Mandiangin, bukan bicara soal kepentingan para Pencinta Alam saja. Akan tetapi substansinya adalah, bahwa gunung Mandiangin juga merupakan area tangkap air yang cukup besar. Bayangkan saja apa yang terjadi nanti jika, Mandiangin menjadi gundul. Bukan hanya keindahannya yang musnah, akan tetapi juga dampak besarnya yang bisa menimbulkan bencana bagi Masyarakat sekitar. Kalau tidak pepohonan lagi disekitar situ, apa tidak kekeringan, apa tidak longsor/erosi dll.

Sebenarnya masih banyak lagi unek- unek ini yang mau dicurahkan disini, akan tetapi cukup ini dululah..

Pesan : Mari bersama- sama perjuangkan lingkungan hidup untuk anak cucu kita, dan masa depan. Berbuatlah sedikit untuk kelestarian lingkungan, daripada tidak sama sekali.

Komentar
  1. Khiem mengatakan:

    setelah sekian lama aku ga melewati kawasan Mandiangin aku jadi miris lihat lingkungan disana, terakhir kali aku sekedar mampir mo ke acara hajatan teman, dari pinggir jalan kulihat gunung Patra Bulu / Putera Bulu, Palawangan tempat biasa aku menghabiskan malam minggu bersama teman atau sendiri ga karuan bentuknya sebagian gunung tersebut digerogoti para penambang batu, Salam ghasant bubuhan pe’a angkatan 1997 – 2005 atau yang sampe sekarang masih exsist…… Kadiva, Pematun, Mapala Piranha, Borneo dll atau pun independen pe’a lainnya

  2. gugun mengatakan:

    oke ulasanya.

  3. Asruri Syam mengatakan:

    mendaki melintas bukit…
    Sebuah perjuangan memikul beban…
    Dulu dan sekarang tetap jadi pecinta alam….
    dari hobi menjadi profesi….
    sebuah perjalanan kehidupan…..

    saat ini…mengembangkan wisata rafting
    silahkan kunjungi
    http://obech-rafting.blogspot.com
    http://www.obechrafting.com

  4. dion mata elang mengatakan:

    salam lestari by dion Mpa. apache 04.

  5. pasifo98 mengatakan:

    Reblogged this on amrillmartapuraa and commented:
    Add your thoughts here… (optional)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s